Balai Pengelolaan
Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung
Unda Anyar

Trema orientalis, salah satu yang istimewa dari KBR 2014 BPDAS Unda Anyar

Oleh: Suksesi Wicahyani, S.Si.
Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada BPDAS Unda Anyar, Bali

Lenggung atau Trema orientalis dibuat hanya 6000 batang diantara 1.725.000 batang bibit dan hanya di 1 lokasi diantara di 69 KBR di Provinsi Bali. Itulah Lenggung, bibit KBR yang disiapkan oleh kelompok Wana Yasa di Banjar Bon, Desa Beloksidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Lenggung memiliki nama latin Trema orientalis. Berdasar artikel pada www.proseanet.org, lenggung di negeri Pangeran Charles sana dikenal sebagai Charcoal tree. Nama Indonesia adalah mengkirai.
Deskripsi pohon sebagaimana disebutkan dalam artikel di www.proseanet.org, tinggi mencapai ± 36 meter, memiliki banyak percabangan, membentuk tajuk, permukaan batang halus warna keabuan. Duduk daun berselang, bentuk panjang sampai lanset yang meruncing di ujung. Bunga muncul di batang/cabang dekat pangkal daun, terdapat bunga jantan dan bunga betina. Bentuk buah batu ukuran lebih kurang 1 mm.

Penyebaran lenggung meliputi Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Habitat di hutan-hutan pegunungan sampai ketinggian 2000 m dpal. Namun saat ini sudah jarang/langka (www.proseanet.org). Pada salah satu artikel yang dimuat pada jurnal Bumi Lestari, 2 Agustus 2008, disebutkan bahwa lenggung merupakan salah satu jenis vegetasi yang ditemui di Desa Adat Baturning, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, merupakan tipe tanaman liar di wilayah tersebut (tidak dibudidayakan), termasuk tanaman langka, dan tidak banyak dimanfaatkan selain sesekali ditebang untuk kayu bakar. Dalam www.proseanet.org disebutkan manfaat lenggung adalah sebagai bahan pewarna coklat yang dipergunakan untuk mewarnai sekaligus mengawetkan jala. Namun manfaat ini belum banyak dikenal, sebagaimana jenis pohon ini yang dinyatakan sudah jarang ditemui dan tidak banyak dikenal oleh masayarakat. Artikel lain menyebutkan bahwa beberapa bagian tanaman lenggung memiliki khasiat obat. Rebusan daun bisa dimanfaatkan sebagai obat batuk dan diare, sedangkan rebusan akar sebagai obat masuk angin (blogmahkotadewa.blogspot.com).

Meskipun dinyatakan sudah jarang, ternyata di wilayah Kecamatan Petang, pohon ini cukup mudah dijumpai bahkan sudah mulai dibudidayakan. Pohon ini juga banyak di hutan lindung di wilayah Kabupaten Buleleng, diantaranya di Gunung Mungsu, Gunung Silangjana, dan Gunung Batukau (www.bulelengkab.go.id).
Latar belakang pemilihan lenggung sebagai salah satu bibit yang dibuat pada KBR di Banjar Bon karena bibit ini mulai banyak dibudidayakan di wilayah Kecamatan Petang. Umur panen tanaman ini termasuk pendek, yaitu sekitar 6 tahun. Dan biasa dipergunakan untuk bahan bangunan. Umur panen yang pendek menjadikan pohon ini potensial untuk menggantikan kedudukan berbagai jenis kayu yang memiliki umur panen panjang. Metode perbanyakan lenggung di KBR Wana Yasa menggunakan biji. Namun bisa juga dengan cara perbesaran anakan.