Balai Pengelolaan
Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung
Unda Anyar

Rehabilitasi Kawasan Konservasi/Lindung(RHL)

Salah satu upaya menekan laju deforestasi melalui rehabilitasi hutan. Rehabilitasi didalam dan diluar kawasan hutan yang selanjutnya disingkat RHL adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. Tujuan penyelenggaraan RHL adalah menurunnya degradasi hutan dan lahan serta memulihkan lahan-lahan rusak/kritis agar dapat berfungsi sebagai media produksi dan media tata air.

Kegiatan RHL dilaksanakan mulai tahun 2010 di wilayah kerja Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Unda Anyar. Dilaksanakan pada kawasan konservasi Balai Taman Nasional Bali Barat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali, dan Hutan Lindung Provinsi Bali. Luas lahan yang telah direhabilitasi sejak tahun 2010 s/d 2016 seluas 2.936 ha.

Kegiatan RHL juga dilakukan di mangrove dan sempadan pantai pada tahun 2011. Luas lahan rehabilitasi mangrove dan sempadan pantai : 150 ha terletak di Kabupaten Buleleng seluas 50 ha dan Kabupaten Karangasem seluas 100 Ha.

TABEL. LUAS REHABILITASI KAWASAN KONSERVASI/LINDUNG (2010 -2016)

NO. INSTANSI PELAKSANAAN JUMLAH
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016
1 Balai Taman Nasional Bali Barat (BTNBB) 30 10 40
2 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali 120 125 125 370
3 Dinas Kehutanan Provinsi Bali 516 45 65 1.000 300 300 300 2.526
  JUMLAH 636 200 200 1.000 300 300 300 2.936