Balai Pengelolaan
Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung
Unda Anyar

Rehabilitasi Kawasan Konservasi/Lindung(RHL)

Salah satu upaya menekan laju deforestasi melalui rehabilitasi hutan. Rehabilitasi didalam dan diluar kawasan hutan yang selanjutnya disingkat RHL adalah upaya untuk memulihkan, mempertahankan dan meningkatkan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dan peranannya dalam mendukung sistem penyangga kehidupan tetap terjaga. Tujuan penyelenggaraan RHL adalah menurunnya degradasi hutan dan lahan serta memulihkan lahan-lahan rusak/kritis agar dapat berfungsi sebagai media produksi dan media tata air.

Kegiatan RHL dilaksanakan mulai tahun 2010 di wilayah kerja Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Unda Anyar. Dilaksanakan pada kawasan konservasi Balai Taman Nasional Bali Barat, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Bali, dan Hutan Lindung Provinsi Bali. Luas lahan yang telah direhabilitasi sejak tahun 2010 s/d 2017 seluas 3.086 ha.

Kegiatan RHL juga dilakukan di mangrove dan sempadan pantai pada tahun 2011 dan tahun 2017. Luas lahan rehabilitasi mangrove dan sempadan pantai pada tahun 2011 seluas 150 ha terletak di Kabupaten Buleleng seluas 50 ha dan Kabupaten Karangasem seluas 100 Ha. Pada tahun 2017 rehabilitasi hutan mangrove seluas 20 ha pada Kabupaten Jembrana.

 

TABEL. LUAS REHABILITASI KAWASAN KONSERVASI/LINDUNG (2010 – 2017)

NO. KABUPATEN PELAKSANAAN JUMLAH
2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
1 Balai Taman Nasional Bali Barat (BTNBB) 30 10 40
2 Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali 120 125 125 370
3 Dinas Kehutanan Provinsi Bali 516 45 65 1.000 300 300 300 150 2.676
  JUMLAH 636 200 200 1.000 300 300 300 150 3.086

 

TABEL. LUAS LAHAN REHABILITASI MANGROVE DAN SEMPADAN PANTAI (2011, 2017)

NO. INSTANSI PELAKSANAAN JUMLAH
2011 2017
1 Buleleng 50 50
2 Karangasem 100 100
3 Jembrana 20 20
  JUMLAH 150 20 170