Balai Pengelolaan
Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung
Unda Anyar

Melalui APRS ke-3, Dunia Apresiasi Pengelolaan Hutan di Indonesia

Konferensi Tingkat Tinggi Hutan Tropis Asia Pasifik ke-3 atau 3rd Asia Pasific Rainforest Summit (APRS) merupakan suatu pertemuan yang diselenggarakan yang memberikan kesempatan bagi Negara-negara di seluruh wilayah untuk memamerkan karya mereka tentang konservasi hutan dan menunjukkan kemajuan mereka pada implementasi Perjanjian Perubahan Iklim di Paris.

APRS ke-3 dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Wakil Gubernur Yogyakarta KGPAA Pakualam X, Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Australia Josh Frydenberg di Alana Hotel Di Yogyakarta. Acara ini akan berlangsung selama 3 hari pada tanggal 23-25 April 2018.

Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Autralia memberikan sambutan serta memuji kinerja Indonesia dalam menjaga hutan. “Indonesia telah melakukan perkerjaan terbaik, membawa negara-negara satu kawasan untuk menjaga hutan menjalankan perjanjian Paris dengan penuh komitmen”, kata Menteri Lingkungan Hidup dan Energi Australia. Pernyataan tersebut dibuktikan dalam 3 tahun terakhir, yaitu Indonesia berhasil mengurangi deforestasi dari 1,09 juta Ha tahun 2015 menjadi 0,61 juta Ha pada tahun 2016 serta pada tahun 2017 laju deforestasi  berkurang menjadi 0,479 juta Ha.

Menteri LHK mengatakan APRS ini akan membahas 7 topik : 1. Hutan di NDC; 2. Restorasi dan Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan; 3. Mangrove dan Blue Carbon;  4. Perhutanan Sosial; 5. Ekowisata dan Konservasi Keanekaragaman Hayati; 6. Hutan Produksi; 7. Keuangan Hutan, Investasi dan Perdagangan. Semua topic tersebut diringkas menjadi satu tema besar yaitu “Melindungi Hutan dan Masyarakat, Mendukung Pertumbuhan Ekonomi”. Pembahasan dalam kegiatan ini bertujuan menjaga keberadaan hutan tropis dan pemanfaatan berkelanjutan untuk peningkatan ekonomi masyarakat.

Sumber